Karmina, Pantun Umum, dan Talibun

Selamat malam🙂

Akhirnya setelah berada di kampung selama sekitar 10 hari – dan pulang di hari Minggu jam 6.30 pagi – saya telah kembali bersekolah dengan pekan ulangan yang telah menanti. Tetapi syukurlah di hari pertama sekolah ini *Senin hanya halal bihalal, kemudian langsung pulang hehehe 😛 * guru-guru masih pada santai, sehingga hari-hari di sekolah masih normal *besoknya baru mulai UH 😐 *

Malam ini saya akan share mengenai macam-macam pantun yang tadi dijelaskan oleh Ibu Guru Bahasa Indonesia, yaitu Karmina, Pantun Umum, dan Talibun. Dan saya juga disuruh membuat masing-masing satu dari pantun-pantun tersebut, jadi saya juga akan memberikan contoh pantun dari saya sendiri🙂

1. Karmina (Pantun Kilat)

  • Hanya terdiri dari 2 baris
  • Sebenarnya, 2 baris ini berasal dari 4 baris pendek yang digabungkan.
  • Untuk baris pertama merupakan sampiran, dan baris kedua merupakan isi.
  • Contoh :

Piano ditekan, gitar dipetik

Kalau makan, jangan berisik🙄

Keterangan : “Piano ditekan” adalah baris pertama yang berima dengan baris ketiga “kalau makan”, begitu juga dengan baris kedua dan dan baris keempat.😉

2. Pantun Umum

  • Pantun ini berasal asli dari Indonesia
  • Terdiri atas 4 baris
  • Baris pertama dan kedua➡ sampiran, baris ketiga dan keempat➡ isi
  • 1 baris umumnya terdiri atas 8-12 suku kata
  • Bersajak a-b-a-b 
  • Contoh :

Kalau bertemu raja nan bengis

Berikan saja simalakama

Ayo adik jangan menangis

Mari kita main bersama😀

Keterangan : Baris pertama dan ketiga serima (sama-sama berakhiran -ngis), begitu juga dengan baris kedua dan keempat (sama-sama berakhiran -ma)💡

3. Talibun

  • Terdiri atas > 4 baris (biasanya 6 atau 8)
  • Untuk talibun 6 baris, 3 baris pertama➡ sampiran dan 3 baris terakhir➡ isi
  • Untuk talibun 8 baris, 4 baris pertama➡ sampiran dan 4 baris terakhir➡ isi
  • Intinya, setengah bagian yang awal dari keseluruhan baris pada talibun merupakan sampiran. Sedangkan setengahnya lagi merupakan isi😎
  • Bersajak a-b-c-a-b-c (6 baris) atau a-b-c-d-a-b-c-d (8 baris), tergantung dari jumlah baris pada talibun yang hendak dibuat😀
  • Contoh :

Kapal besar dengan jangkar

Sang nahkoda tengah berandai

Dapat berlayar sampai ke bintang

Kalau kamu rajin belajar

Pasti nanti tambah pandai

Lulus dengan nilai gemilang:mrgreen:

Keterangan : Untuk baris pertama dan keempat serima (sama-sama berakhiran -ar), begitu juga baris kedua dan kelima (sama-sama berakhiran -andai) dan baris ketiga dan keenam (berakhiran -ang)❗

Sekian dulu postingan mengenai pantun, mudah-mudahan bermanfaat. Kalau ada yang salah atau kurang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Feel free to add comment and share, sekarang saya mau belajar dulu hehe😕

9 thoughts on “Karmina, Pantun Umum, dan Talibun

    • Tidak masalah, senang bisa membantu. Ini juga berkat ajaran guru B. Indonesia di sekolah saya.🙂

      Contoh-contoh puisi lama di atas saya buat karena inspirasi dari tugas saat itu. Jadi, mohon maaf kalau contohnya kurang..😐

  1. Lemparan belati si nenek sakti, kena seriti di dahan jati, yang di nanti melukai hati, sesal meniti silih berganti

    Lempengan batu selebar pintu, asik hantu isap cerutu, niat tertentu ingin menyatu, namun ortu tiadalah restu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s