Lentera Kehidupan

Lentera itu sudah ada di dalam diri kita masing-masing..
Dia sudah ada dan tetap ada..
Hanya terkadang…meredup karena persoalan hidup..
Melemah karena hati kita sedang lelah..
Hanya keterbukaan hati dan kenyamanan dirilah yang membuatnya lebih terang..
Tak perlu terlalu besar…cukuplah untuk diri dulu dan sekitar kita..
Dan bila suatu saat.. alam semesta ini dipenuhi dengan cahaya…
Itu karena masing-masing lentera yang ada di dalam diri…sudah menyala kembali dan saling menerangi…

Aku dapat quote ini dari Facebook mama *mana di-tag lagi hehe😛 * Berhubung aku kurang mengerti maksudnya, jadilah diskusi sama mama tentang “Lentera Kehidupan” ini. Akhirnya kembali mendapat pencerahan hehe🙂

Jadi menurut spiritualisme, tubuh kita ini mempunyai 3 bagian : mind, body, and soul. Tubuh yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari ini (raga) memiliki soul (jiwa) di dalamnya sebagai lentera. Sampai kita meninggal kelak, raga kita akan terpisah dengan jiwa. Kalau raga kita sudah mati, jiwa kita akan tetap ada. Soul kita sebenarnya mengingat hal-hal yang baik selama kita hidup. Jadi kalau kita lupa dengan nasihat-nasihat yang baik dari orang tua atau teman, suatu saat nanti kita pasti akan ingat melalui soul kita😀

Hanya terkadang meredup karena persoalan hidup..

Melemah karena hati kita sedang lelah

➡ Kalau kita sibuk dengan urusan masing-masing, dan juga adanya rasa iri, dengki, dan sebagainya, maka jiwa kita akan redup (perlahan-lahan tertutup). Begitu juga ketika kita sedang capek, mengeluh dengan masalah kehidupan yang selalu berdatangan. Saat kondisi seperti demikian kita tidak akan bisa menerima motivasi atau masukan dari orang lain dengan baik.😐

Hanya keterbukaan hati dan kenyamanan dirilah yang membuatnya lebih terang

➡ Misalkan seorang motivator adalah orang yang memberikan sebuah batang lilin. Agar batang lilin dapat bermanfaat, harus dinyalakan, bukan? Nah, dari soul pendengar motivasilah yang akan menyalakan lilin tersebut. Maksud dari penggalan quote di atas adalah : suatu motivasi tidak hanya didengarkan saja, tetapi dari kita juga yang membuka hati, menerima diri kita apa adanya, dan memahami kekurangan diri juga. Intinya HARUS dari kita kalau mau berubah, oke?😉

Tak perlu terlalu besar, cukuplah untuk diri dulu dan sekitar kita..

➡ Sebenarnya tidak butuh seorang motivator untuk memberi kita sebatang lilin. Di dalam diri kita saja sudah ada soul sebagai lentera hehe🙄 syukurilah apa yang ada dalam diri kita😎

Sampailah kita pada 2 baris terakhir:mrgreen:

Dan bila suatu saat, alam semesta ini dipenuhi dengan cahaya…

Itu karena masing-masing lentera yang ada di dalam diri, sudah menyala kembali dan saling menerangi..🙂

➡ Kata mama ini bahasa tingkat TINGGI *woow 😯 * Dari sebatang lilin menjadi lentera yang berguna. Kalau lentera ini terus bersinar menerangi lentera lainnya, hidup kita akan menjadi terang benderang dan damai sentosa😀

Contoh : ada seorang teman yang curhat dengan sahabatnya. Setelah curhat, perasaan menjadi lega, bukan? Nah, perasaan lega itulah yang nantinya akan menular kepada kebiasaan orang lain dan kemungkinan dunia akan semakin indah untuk ditempati. Tanpa perang, tanpa hal-hal lain yang hanya merugikan negara dan menguntungkan diri sendiri *hehe, ngelantur ya?😛

Tentu saja setelah diskusi ini aku berterima kasih sekali dengan mamaku yang kuanggap sebagai Mario Teguh #2 hahaha😆

Semangat sore semua, jalani hari-harimu dengan penuh ceria!!😉

One thought on “Lentera Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s