Traumatic December

First post at this new year 2013! Aaahh *finally* 😀

Sorry for being not productive for almost a month. From now on, I have to focus on studying for National Exam (not really 😛 ) aaand, there were something really bad happened to me, because of my stupidity, carelessness, and none of them (or something you can call  : FATE).

Semua berawal dari hari Rabu sore, 4 hari sebelum keberangkatanku ke Pare untuk kursus Bahasa Inggris – 19 Desember 2012. Kejadiannya mungkin beberapa saat setelah aku mengantar kedua teman-temanku yang telah setia menginap di rumahku sampai pagar rumah (thanks guys🙂 ). MOTORku masih berada di garasi dalam rumah dan aku terlalu malas untuk memasukkannya ke dalam ruang komputer (tempat biasa aku memarkir motor).

Sekitar pukul setengah 8, aku masih asyik dengan laptop di kamar, ketika pintu kamarku diketuk. Saat kubuka pintunya, muncul wajah mamaku yang agak tegang, dan langsung berkata, “Ca, motormu mana?! Kok di luar gak ada??” Aku langsung turun dan keluar ke arah bagasi rumah, dan benar saja, MOTORKU RAIB! Motor Beat putih kesayanganku, yang setia menemani hari-hariku selama 2 tahun *yang kalau masih ada sekarang, menjadi 3 tahun (penting?)* telah hilang dari hidupku selamanya *lagi sok puitis. Abaikan :/ * Setelah diperiksa juga, gembok rumah untuk pintu kecil juga hilang.

Mama langsung menyebrang ke arah laundry “Be Clean” untuk menanyakan apakah pemiliknya melihat motorku tengah dicuri atau tidak, sementara aku duduk di pintu ruang komputer dengan muka lesu dan shock, seakan-akan telah hidup tanpa harapan. Yeah, it’s the first time I got thieved. Setelah kejadian yang mengerikan itu, aku masuk kembali ke kamar dan merasa tidak bernafsu lagi bermain laptop.

Lalu aku melakukan suatu hal yang ter-(isi sendiri) sebelum tidur dalam penyesalan yang amat sangat malam itu. Aku meng-BBM mamaku entah apa isinya, tetapi intinya aku sangat menyesal kurang menjaga barang dengan baik dan selalu mengecewakan orangtua. Setelah itu, aku mematikan BB-ku dan mulai memejamkan mata.

Sekitar 10 menit kemudian, mama datang dan tidur di sampingku. Beliau berkata, “Mama gak marah kok, Ca. Mama cuman bilang kalau lain kali, barang itu dijaga baik-baik. Memang ada orang yang jahat seperti itu, diciptakan untuk menjaga keseimbangan dunia ini, tidak mungkin ada hal baik terus…” Dan apa yang dikatakan mama saat itu benar-benar menghujam ke hatiku, disitulah aku MENANGIS😥 Hhhh, rasanya bahagia sekali memiliki ibu yang perhatian kepada anaknya, yang selalu mendukung kehendak anaknya, yang selalu menasihati bila kita melakukan hal yang salah, dan sebagainya. Intinya, aku banyak belajar dari orangtuaku.

Tibalah saatnya aku take off ke Pare, Kediri untuk kursus Bahasa Inggris. 45 menit sebelum keberangkatanku dan setelah aku membayar airport tax, papa menyuruhku untuk keluar sebentar *padahal sudah niat mau menunggu saja di dalam bandara, takut kelamaan juga sih 😆 * untuk sekadar berbicara sekeluarga *Rayhan juga ikut mengantarku 😀 * dengan riang gembira sambil makan di suatu food court.

Sebelum masuk ke dalam bandara, ternyata Ayah mau menemaniku masuk karena ini penerbangan pertamaku dan aku masih belum yakin dengan prosedur mendapatkan tiket. Tapi sayang, ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hanya penumpang saja yang boleh masuk dan sudah mempunyai tiket. Jadilah aku ber-dadah-ria dengan keluargaku yang masih berada di luar bandara, dengan aku sudah di dalamnya. Sniff..😥

Satu setengah jam kemudian di Bandara Adi Soemarno, Solo, aku disambut dengan baik oleh tanteku dan anaknya yang nakalnya minta ampun *ampun, Tante 😳 * kemudian aku diantar ke rumah beliau untuk beristirahat sejenak dan membawa seorang teman yang home stay. Dia adik kelasku, mengambil jurusan IPS. Aku merasa bersyukur sekali telah mengenalnya sebagai teman sekamarku di kosan Pare dan sebagai sahabat tterbaikku di kursus HEC. Ternyata dia sudah mengambil tingkat lanjutan, sedangkan aku masih di tingkat dasar. Sebenarnya aku juga ditawarkan untuk langsung lanjut ke program lanjutan, tetapi aku menolaknya. Teman-teman yang kudapat di tingkat dasar seru dan kompak, dan ini juga merupakan kali pertama aku mengikuti program HEC ini.

Kembali ke hari Sabtu. Setelah temanku yang home stay selesai mengepak barang, berangkatlah kami ke Pare. Selama perjalanan, aku dan temanku masih belum begitu akrab. Masih sekadar haha-hihi saja mendengar celotehan Tanteku dan teman papaku yang bekerja di kantor cabang Commonwealth Life Solo. Di tengah perjalanan, pukul 12 kurang, tanteku berhenti di suatu rumah makan untuk makan siang. Aku baru terbangun karena saat perjalanan ke Pare aku hanya tiduuur saja. Maklum, capai karena pertama kali naik pesawat sendiri hehehe:mrgreen:

Setelah makan siang, tanteku langsung tancap gas lagi untuk melanjutkan perjalanan. Belum jauh dari tempat makan siang, aku mengecek tasku untuk mengambil BB. Nah lho!! Kok tidak ada? Aku langsung berkata kepada seisi mobil, “Lho, kok BB-ku gak ada ya??” Beberapa saat kemudian, tante memberhentikan mobil dan ikut mengecek tasku. Benar-benar tidak ada!!

Aku mengusulkan untuk kembali ke tempat makan yang belum jauh dari lokasi kami berhenti sekarang. Tanteku setuju saja, dan kami kembali ke rumah makan. Aku turun dengan ditemani teman papaku, dan bertanya kepada ibu pemilik, “Maaf, Bu. Tadi ada barang yang ketinggalan di meja?” Dan beliau menjawab, “Waduh, gak ada tuh, Neng. Tadi saja mejanya belum sempat saya bersihkan. Itu lapnya masih di atas meja.”

Dan tubuhku kembali lesu tak karuan. Dengan tidak rela juga, Tanteku langsung mengemudikan kembali mobilnya ke Pare. Temanku yang home stay juga bertanya, “Kok bisa lupa, Mbak? Tadi terakhir kali ditaruh di mana?” Aku langsung menimpali dengan sedikit gusar, “Perasaan tadi kutaruh di dalam tas, kok. Duh, dimana ya…” Di perjalanan, sore harinya, aku kembali terbangun dari tidur *ketahuan tidur terus nih yaaa 😛 * Tanteku bertanya, “Sudah gak apa-apa, Ica?”

“Sedikit, tante,” jawabku, masih lesu.

“Sudah, relakan saja tidak apa-apa. Nanti sampai di Pare, tante belikan lagi. Yang penting kamu bisa telepon dan SMS dengan orangtua kamu, ya?”

Gapapa nih, tante? Makasih banyak ya, tante…” *air mata sudah mau jatuh lagi*

Yak, jadilah sampai sekarang HP Nokia X2-01 pemberian tanteku masih berada di samping laptop tempatku menulis postingan kali ini. Tampaknya aku memang ditakdirkan selalu bersama Nokia tersayang ini, sniff… *terharu, meluk HP seperti sudah lama tidak bertemu* 😐

Setelah 2 minggu yang melelahkan namun menyenangkan di Pare *I missed the New Year Night! Oh noes 😦 * aku kembali pulang ke pangkuan orangtua, khususnya orangtuaku yang sangat aku rindukan *padahal di Pare saja aku jarang membalas telepon dari mama. Hehe, maaf ma 😎 * Entah sejak kapan aku menjadi orang yang sensitif, aku MENANGIS lagi. Kuakui, tampaknya aku benar-benar rindu sekali berkumpul dengan keluarga. Kami berpelukan di tengah-tengah keramaian, sampai dikomentari seorang ibu pula! Huahaha, cuek bebek😆
So, I think that’s enough from me. The point is : Last December was the most traumatic month ever! Maybe God is giving me some kind of TEST as long as I am on His protection. May I could get rid of this, so I could take the life morals and experiences of Your test, Ya Allah. Amin Ya Rabbal Alamin.. 😉
Lessons that I had taken for this Traumatic December :
  • Setiap ada kebaikan, pasti ada kejahatan. Kejahatan itu diciptakan untuk keseimbangan dunia ini. Seperti nama Asmaul Husna – Al Adl – yang artinya Maha Adil.
  • Lebih baik jadilah orang yang perhatian dengan lingkungannya, and BE AWARE with it too. Jangan meremehkan suatu keadaan atau peristiwa yang dianggap sepele (ambil suatu contoh : tidak mengunci motor, padahal mau mengambil barang dalam waktu satu menit saja). Kalau misalnya keadaan itu menjadi semakin tidak terkendali, mau bagaimana?
Now Playing : League of Legends OST – Summoner’s Rift (I still don’t play that game YET. Just feel impressed for the song, as usual 😛 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s